Enam Penyakit Kronis Mengintai Orang Muda

Gaya hidup yang buruk menurunkan kualitas kesehatan. Tak hanya meningkatkan risiko penyakit tertentu, tapi juga membuat tubuh ringkih sehingga mudah terserang penyakit di usia dini.

Sejumlah penyakit yang umumnya menyerang seseorang di masa tua, mulai menghinggapi kalangan muda. “Ini karena banyak orang muda berpikir sok sehat, sehingga cenderung menerapkan gaya hidup buruk,” kata Dr Georges Benjamin, direktur eksekutif American Public Health Association.

Berikut beberapa penyakit yang mulai mengancam masyarakat di usia dini, seperti dikutip Fox News.

Stroke
Usia khas: 65 tahun ke atas
Mulai mengancam: usia 20an dan 30an

Stroke berhubungan dengan sejumlah faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi. Satu-satu cara adalah memperbaiki gaya hidup dengan mengatur pola makan sehat dan olahraga teratur.

Dr Shazam Hussain, kepala Cleveland Clinic Stroke Program, merekomendasikan untuk tidak merokok, mengurangi garam, asupan lemak trans, makan ikan dua kali seminggu, dan berolahraga. “Berjalan kaki 30 menit sehari, sudah memberi efek baik,” katanya.

Diabetes Tipe 2
Usia khas: 40an dan 50-an tahun
Mulai mengancam: anak-anak

Jadikan asupan makanan terbaik sebagai obat. “Pola makan dan gaya hidup memainkan peran penting dalam peningkatan jumlah anak muda dengan diabetes tipe 2,” kata Dr Michelle F Magee, direktur MedStar Diabetes Institute.

Mayoritas mereka yang terdiagnosisi mengalami kelebihan berat badan, terutama dengan konsentrasi lemak di sekitar pinggang. Karenanya, pastikan untuk menghindari makanan dengan kadar glikemik tinggi, dan rendah serat. Hindari pula makanan berpengawet.

Osteoporosis
Usia khas: 65 tahun ke atas
Mulai mengancam: usia 50an

“Penting untuk memperhatikan kesehatan tulang sedini mungkin dengan suplemen vitamin D dan asupan kalsium. Jangan menunggu!” kata Dr Kathryn Diemer, direktur klinis program kesehatan tulang Washington University School of Medicine.

Lakukan latihan teratur yang membantu pembentukan otot dan memperkuat tulang seperti jogging, berjalan di tangga atau mendaki. Perbaiki pula gaya hidup Anda. “Rokok, alkohol, dan minuman bersoda benar-benar beracun untuk tulang,” kata Diemer.

Kanker Payudara
Usia khas: 45 tahun ke atas
Mulai mengancam: remaja

Dr Ann Partridge, direktur program remaja putri dengan kanker payudara di Dana -Farber Cancer Institute, mengatakan bahwa olahraga teratur, mempertahankan berat badan ideal, dan membatasi asupan alkohol membantu mengurangi risiko penyakit ini.

Alzheimer
Usia khas: 65 tahun ke atas
Mulai mengancam: sejak 40an tahun

Dr Gustavo Alva dari American Board of Psychiatry, mengatakan bahwa kita bisa melatih tubuh dan pikiran untuk menurunkan risiko mengalami masalah ini di usia dini. Aktifkan bagian otak yang jarang digunakan. Belajar bahasa baru atau memainkan alat musik cukup membantu melawan penurunan kognitif.

“Menjaga tingkat kolesterol, tekanan darah, dan kebugaran tubuh juga penting karena apa yang baik untuk jantung juga baik untuk otak,” Alva menambahkan.

Melanoma
Usia khas: 50an tahun ke atas
Mulai mengancam: remaja menjelang dan awal usia 20an

Dalam laporan jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, sejumlah pakar medis memperingatkan remaja dan orang dewasa untuk tidak melakukan tanning tanpa pengetahuan yang baik. Prosedur tanning bisa meningkatkan risiko tiga kali lipat mengalami penyakit ini.

Selain itu, penting untuk selalu menggunakan tabir surya, terutama jika bepergian ke luar rumah. “Sebisa mungkin mengurangi intensitas berada di bawah sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga dua siang,” kata Dr Thomas S Kupper, profesor dermatologi di Harvard Medical School.

Sumber: Viva news

Stop Bertengkar Soal Uang dengan Pasangan

Saat menikah, kita menyatukan pandangan dan impian untuk membentuk kehidupan bersama yang lebih baik. Yang juga perlu disatukan adalah pandangan seputar pengaturan keuangan. Survei yang dilakukan oleh Yahoo! dan majalah Fitness di Amerika Serikat menemukan, 25 persen orang mengaku lebih sering bertengkar dengan pasangannya seputar pengelolaan uang, dibandingkan soal pembagian tugas di rumah, pengasuhan anak, seks, atau bahkan hubungan dengan mertua.

Agar hal ini tidak perlu terjadi pada Anda, cobalah simak tips dari pakar berikut ini:

1. Atur pembagian uang dengan benar. Banyak pasangan yang memiliki satu rekening untuk keperluan bersama, kemudian setiap pasangan memiliki satu lagi rekening untuk keperluan pribadi. Setiap bulan, setiap pasangan berkontribusi untuk mengisi rekening bersama itu dengan sejumlah uang yang akan dipakai untuk menjalankan roda ekonomi rumahtangga. Sementara, yang ada di rekening pribadi bebas digunakan untuk keperluan sendiri.

“Cara ini bertujuan agar setiap orang bisa menggunakan uangnya tanpa harus merasa bersalah. Sebaiknya, pembagian jumlah uangnya juga diatur agar seimbang dan adil,” kata Suzanna de Baca, vice president di bidang Wealth Strategies dari Ameriprise Financial.

2. Luangkan waktu untuk bicara soal uang. “Setiap pasangan idealnya menjadwalkan waktu khusus untuk mendiskusikan masalah uang,” kata de Baca. “Perlakukan seperti layaknya sebuah rapat penting. Jadi, hindari membicarakannya sambil lalu, misalnya sambil berganti pakaian, makan, atau tidur.”

3. Coba dengarkan apa kata pasangan. Buka pikiran dan coba pahami pasangan Anda. Hindari untuk bersikeras memertahankan pendapat dan lihatlah dari sudut pandang pasangan Anda. Tidak semua orang memiliki pandangan serupa soal finansial seperti Anda. Ketika Anda mau mendengarkan, masalah akan lebih mudah diselesaikan.

4. Berkompromilah. “Dalam hubungan apa pun, Anda perlu menyadari bahwa tidak selamanya orang yang memahami Anda itu akan selalu sepakat dengan pendapat Anda,” kata de Baca. Karenanya, Anda perlu membuka diri untuk kompromi, sedikit mengalah, serta memaafkan pasangan bila terjadi sedikit kebablasan dalam pengaturan uang.

“Bila pasangan membeli sesuatu yang tidak ada dalam anggaran, coba bicarakan bagaimana hal ini bisa diatasi, agar anggaran tetap stabil,” saran dr Baca.

5. Bagi-bagi tugas. Tentukan di antara Anda dan pasangan, siapa yang akan mengurus pengeluaran harian dan membayar tagihan, serta siapa yang berfokus masalah investasi atau tabungan pendidikan untuk anak, saran Casey Mervine, vice president dari Charles Schwab, sebuah perusahaan investasi di Amerika Serikat.

Sumber: Huffington Post

disadur dari kompas.com

Early stage crisis cover (ESCC)

MANFAAT UTAMA:

memberikan perlindungan finansial atas 79 penyakit dan kondisi kritis yang terbagi dalam 3 tahap (awal, menengah dan lanjut) dan melengkapi perlindungan atas penyakit kritis untuk memastikan Anda terlindungi secara menyeluruh. Selain perlindungan terhadap penyakit kritis,

MANFAAT TAMBAHAN:

memberikan manfaat tambahan untuk 3 kondisi kritis, yakni:Angioplasti dan Penatalaksanaan Invasif lainnya untuk Penyakit Pembuluh Darah Jantung, Komplikasi akibat diabetes, dan Kebutaan pada kedua mata.

Tersedia untuk polis Konvensional maupun Syariah

Info Gratis:

031-60108766

Saipul Jamil Bakal Terima Ratusan Juta dari Asuransi Istri

Saipul Jamil merasakan betul manfaat asuransi. Istrinya, Virginia Anggraeni, yang tewas dalam kecelakaan sudah ikut asuransi dan ahli waris berhak mengklaim nilai pertanggungan asuransi tersebut.

Kabar mengenai asuransi Virginia itu beredar di Facebook dan juga BBM. Bunyinya sebagai berikut: Sekilas Info, istri Saiful Jamil, Virginia Anggraeni adl salah satu Nasabah Prudential dg Total claim semuanya 675 juta plus kecelakaan, baru masuk 4 bln, sebulan bayar premi 1 jt.

Saat dikonfirmasi kepada salah satu staf Prudential, Enny, dia menolak menyebutkan nominal pasti dari nilai asuransi Virginia.

“Kami membenarkan Virginia adalah nasabah Prudential, tetapi untuk menjaga kode etik, kami tidak bisa menyebutkan nominal yang pasti,” ujar Enny kepada okezone, Rabu (7/9/2011).

Saipul Jamil tak membantah istrinya merupakan peserta asuransi. “Aduh wartawan tahu saja. Kita lihat nanti lah ya. Yang jelas maksud saya adalah saya memberikan yang terbaik buat keluarga saya. Itu hanya untuk mengcover hal yang tidak diinginkan, untuk masa depan,” tegas Saipul, di MNC TV, Jakarta, Selasa (6/9/2011) dinihari.

Menurut pedangdut itu, dia sama sekali tak mengharapkan terjadi musibah terhadap orang yang dicintai.

“Tapi saya tidak mengharapkan itu. Kita juga tidak tahu apa yg terjadi. Alhamdulillah sudah banyak yang namanya asurasi ini-itu, asuransi menyelamatkan jiwa. Alhamdulillah saya dari sekolah sudah ikutan asuransi,” katanya.

sumber

 

Anda ingin memiliki program asuransi pendidikan anak Anda?

silakan klik disini-Free!

Anda ingin memiliki program proteksi/ investasi ?

silakan klik disini-Free

4 Kiat Memulai Kebiasaan Menabung

Citigroup Asia Pasific belum lama ini merilis hasil riset yang dilakukannya melalui wawancara online kepada 500 responden di seluruh Indonesia. Sebagian besar orang Indonesia dengan penghasilan rata-rata Rp 10 juta per bulan optimistis dengan masa depan finansialnya. Meskipun begitu, dengan penghasilan tersebut, hanya 67 persen responden yang terbiasa menabung secara rutin. Padahal kebiasaan menabung bisa dimulai dengan sejumlah langkah sederhana yang bisa dijalankan siapa saja, terutama bagi mereka dengan penghasilan di atas rata-rata kebanyakan orang Indonesia.

Membangun kebiasaan menabung bisa dimulai dengan sejumlah cara ini:
1. Tujuan menabung
Tentukan apa yang menjadi tujuan Anda dalam menabung. Dengan begitu Anda memiliki target tertentu yang termotivasi untuk menabung setiap bulannya. Menurut perencana keuangan Ligwina Poerwo-Hananto, kerap kali orang yang kesulitan untuk konsisten menabung setiap bulan karena mereka tak memiliki target yang jelas. Menurutnya, bahkan target pun harus dibuat semenarik mungkin untuk memotivasi Anda. Misalnya, Anda menargetkan ingin punya mobil, liburan keluarga ke luar negeri, apa pun yang Anda sukai. Dengan begitu, Anda selalu bersemangat dan berkomitmen untuk terus menabung.

2. Alokasi dana tabungan di awal bulan
Anda perlu mengubah perilaku, menabung bukan di akhir bulan dengan menggunakan dana yang tersisa. Menabung bukan menyisihkan uang hasil bekerja selama sebulan, namun menabung adalah mengalokasikan dana dari penghasilan di awal bulan. Artinya, Anda perlu mengambil sejumlah uang dengan komposisi 10-30 persen setiap bulannya setiap kali menerima gaji. Perilaku ini merupakan tindakan pencegahan dari kehabisan dana untuk tabungan.

3. Membuat rekening khusus tabungan
Bedakan rekening pemasukan dan rekening tabungan untuk mengontrol keuangan setiap bulan. Jika menurut Anda merepotkan saat harus membagi uang dalam sejumlah rekening berbeda, Anda bisa menggunakan sistem amplop. Artinya, pisahkan uang yang dilokasikan untuk ditabung dalam satu amplop terpisah setiap bulannya. Jika sistem amplop menjadi pilihan Anda, pastikan Anda disiplin menjalankannya. Hindari penggunaan uang di luar rencana karena sangat mungkin terjadi uang di amplop Anda gunakan untuk kebutuhan lain yang tidak sesuai rencana. Disiplin dan komitmen menjadi syarat utama menggunakan sistem amplop ini. Jika memilih bank sebagai tempat menabung, saat membuka rekening tabungan sebaiknya kenali persyaratannya. Pilih bank yang memudahkan dan paling menguntungkan Anda.

4. Semakin besar penghasilan, semakin besar pula porsi tabungan
Berapa pun penghasilan Anda, besar atau kecil, kebiasaan menabung wajib dijalankan. Meski penghasilan di bawah rata-rata, tak ada alasan menunda kebiasaan menabung. Atur saja porsi tabungannya, ambil komposisi terendah yang disarankan perencana keuangan, yakni 10 persen. Jadi ketika Anda memiliki penghasilan tak ada alasan untuk tidak menabung. Seiring bertambahnya penghasilan Anda, tingkatkan alokasi dana untuk menabung hingga 30 persen dari gaji bulanan.

Sumber

Profesi Menjanjikan seorang Agen Asuransi

Mungkin Anda sedang mencari profesi apa yang paling menjanjikan di Indonesia?  Atau barangkali Anda sedang mencari penghasilan tambahan ditengah kesibukan Anda bekerja, berumah tangga, kuliah atau berwirausaha. Apa lagi yang bisa kita gali dari diri kita, peluang disekitar kita, dan merubahnya menjadi aset finansial untuk kita?

Barangkali profesi agen asuransi adalah salah satu jawabannya.
Tapi, Mengapa harus menjadi Agen Auransi? Bukankan kita (di Indonesia) orang masih ” anti” dan berpadangan “miring” terhadap asuransi?

Dari kaca mata saya, justru dari setiap “kondisi tidak menguntungkan” kita bisa mendapatkan ” Peluang yang sangat menguntungkan” dari sana. Ingat pengalaman krisis moneter 1998,banyak orang sukses justru memulai usahanya saat masa kritis. Industri Asuransi dalam pandangan saya ibarat raksasa yang sedang tidur, dengan potensi perputaran uang yang luar biasa dalam penempatan aset-asetnya. Wajar, karena potensi 240 juta penduduk Indonesia membuat iri dan menjadi tujuan pasar yang penting bagi perusahaan asuransi di dunia.

Lalu bagaimana kita bisa memanfaatkan peluang ini? Ya, peluang, karena masih kira-kira kurang dari 10% penduduk Indonesia yang memiliki polis individu, Bandingkan dengan negara lain yang mencapai diatas 80%. Apa kita mau berdiam diri saja melihat kue yang begitu besar dan melewatkan kesempatan berlalu didepan kita tanpa sepeserpun uang masuk ke kantong kita? Tidak bukan !, Nah Ini saatnya Anda melirik profesi yang menjanjikan ini.

Sebagai agen asuransi, mungkin saya bisa memberikan gambaran bagaimana sebenarnya profesi agen asuransi menarik untuk dipertimbangkan:

Secara Kasat mata, profesi Agen Asuransi memberikan fleksibilitas waktu dan ruang serta peluang income tak terbatas.Sedangkan secara tidak kasat mata, profesi ini menumbuhkan rasa tanggung jawab,percaya diri, dan pengembangan diri dan pribadi yang tidak bisa dinilai harganya sebagai modal sukses utama.

Anda tidak harus tergantung rutinitas jam kantoran.Beberapa rekan yang bergabung dalam bisnis ini bahkan dapat melakukan pekerjaan ini sambil mengurus anak,”ngrumpi” bersama teman,atau sambil kumpul liburan bersama keluarga sekalipun. Semakin banyak Andabergaul,berkomunitas, semakin tebal dompet Anda.Bagi yang bersatus karyawan, Anda dapat melakukannya tanpa harus keluar dari pekerjaan.Tidak ada salahnya untuk mencoba, selagi kesempatan masih ada.
Bagi yang berwiraswasta, Anda dapat memanfaatkan jaringan usaha agar lebih produktif sebagai aset baru untuk Anda.Anda bebas berkerja kapan saja, dimana saja,dan dengan siapa anda bekerja.Tidak ada Bos yang akan memarahi Anda, Anda adalah bos untuk diri Anda sendiri. Tidak ada sistem check-lock & tidak ada sistem target. Anda sendirilah yang menentukan target Anda.Anda sendiri yang harus berkomitment membangun masa depan dengan tangan sendiri.

Perusahaan asuransi juga memberikan fasilitas, training dan Sistem yang memungkinkan Anda untuk mencapai sukses dan semuanya tanpa dipungut biaya.

Sistem kerjanya sangat unik, dengan berbagai award/penghargaankeluar negri gratis memungkinkan Anda menikmati pengalaman yang tak terlupakan.

Perusahaan asuransi juga memiliki jenjang karir yang terbuka dan transparan untuk siapa saja yang ingin meraihnya dengan potensi income yang tak terbatas.

Nah, tunggu apalagi, Raih kesempatan selagi bisa!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.